JIS Dipakai Anies untuk Salat Id, PKS: Wajar-wajar Saja

JAKARTA, – Anggota DPRD DKI F-PKS, Nasrullah merespons tudingan sejumlah pihak bahwa Gubernur Anies Baswedan menjadikan Jakarta International Stadium (JIS) sebagai panggung politik.

Menurutnya, langkah Anies dalam mengadakan berbagai kegiatan di JIS, salah satunya salat Idul Adha 1443 Hijriah, tak perlu dipersoalkan.

"Pemanfaatan JIS untuk salat Idul Adha adalah hal yang wajar-wajar saja," kata Nasrullah, seperti dilansir dari Warta Ekonomi, Kamis (14/7).

Nasrul menilai keputusan Anies untuk menggelar acara di JIS agar fasilitas tersebut dikenal oleh masyarakat. Terlebih JIS merupakan ikon terbaru di Ibu Kota.

“Kebanggaan buat Jakarta punya Stadion yang bertaraf internasional ini dan sekaligus untuk memperkenalkan warganya yang sudah memiliki stadion milik Jakarta," jelasnya.

Dia lantas mengingatkan bahwa salat Id bukan kegiatan keagamaan perdana yang digelar di JIS. Sebab, stadion kandang Persija Jakarta itu juga sempat digunakan untuk peribadatan umat Kristiani.

"Semoga JIS ini bisa bermanfaat untuk kita semua," tuntasnya.

Sebelumnya, politisi PDIP Gembong Warsono menyebut JIS telah berubah fungsi menjadi stadion politik Anies menuju Pilpres 2024.

"JIS sudah berubah fungsi. Bukan sebagai stadion pengembangan olah raga khususnya sepak bola lagi, namun sudah berubah menjadi stadion politik Anies menuju 2024," ujarnya.

Jika berniat membangun tempat ibadah, lanjut Gembong, seharusnya Anies membuatnya dengan daya tampung yang lebih besar dan dapat direalisasikan selama masa pemerintahannya.

"Kalau ada keinginan membangun pengembangan tempat ibadah, kenapa selama 5 tahun tidak membangun masjid yang memiliki daya tampung besar? Kenapa justru JIS dijadikan lokasi ibadah Salat Id? Walaupun ini tidak dilarang, namun di stadion rasanya kok kurang elok," jelasnya.



sumber: www.jitunews.com