Soroti Kejanggalan Kasus Penembakan Brigadir J, PDIP: Akal Sehat Kita Dibalikkan

JAKARTA, - Politikus PDIP Trimedya Pandjaitan menyoroti kejanggalan di balik kasus penembakan yang menewaskan Brigadir J di rumah Kadiv Propam Irjen Pol Ferdy Sambo.

Trimedya mengaku heran dengan kalangan pers yang tidak dizinkan masuk ke rumah dinas Irjen Ferdy Sambo. Ia menyebut karena hal itu, kasus belum terungkap meski sudah sepekan berlalu.

"Kita yang orang hukum, kelihatannya ya akal sehat kita dibalikkan. Nah itu kan harusnya ada. Enggak mungkin dong orang tembak tembakan enggak ada bekas darahnya, kaca pecah atau apa itu kan tidak pernah diperlihatkan," kata Trimedya dalam webinar yang disiarkan lewat instagram @diskusititiktemu yang dilihat Senin (18/7/2022).

Ia juga menyoroti senjata api jenis Glock-17 yang digunakan Bharada E dalam baku tembak itu. Ia menyebut senjata api itu tidak diperuntukan bagi anggota Bhayangkara Dua (Bharada)

"Kalau dulu, bukan sersan, balok lah ya istilahnya ya, dan itu biasanya AKP atau kapten yang pegang jenis senjata itu (Glock-17). Karena senjata itu kan mematikan...Sama seperti yang disampaikan Pak Arianto tadi, harusnya dia (Bharada E) laras panjang," jelasnya.

Ia juga menyebut ada yang janggal saat pihak kepolisian menggelar konferensi pers. Pasalnya, barang bukti tidak ditunjukkan ke publik.

"Aneh, saya tahun 91 sudah jadi pengacara. Enggak pernah tuh saya melihat ada konferensi pers barang bukti tidak ditunjukkan. Itu tidak ditunjukkan barang buktinya, itu selongsong seperti apa, jenis senjata seperti apa," bebernya.



sumber: www.jitunews.com