Hampir Separuh Penduduk Afghanistan Terancam Kelaparan

NEW YORK, - Program Pangan Dunia (WFP), pada Senin (9/5) mengatakan bahwa hampir setengah dari total penduduk Afghanistan saat ini terancam menghadapi kelaparan akut, dengan lebih dari 20.000 jiwa diantaranya berada di provinsi Ghor, sebuah wilayah di negara tersebut yang tengah mengalami bencana ketahanan pangan.

“19,7 juta orang, atau hampir setengah dari total populasi Afghanistan, menghadapi kelaparan akut menurut analisis Klasifikasi Fase Ketahanan Pangan Terpadu (IPC) terbaru yang dilakukan pada Januari dan Februari 2022 oleh mitra Cluster Ketahanan Pangan dan Pertanian,” kata WFP dalam sebuah pernyataan, dikutip Sputniknews.

"Lebih dari 20.000 orang di provinsi timur laut Ghor menghadapi tingkat bencana kelaparan karena musim dingin yang panjang dan kondisi pertanian yang memprihatinkan," tambahnya.

Pada saat yang sama, organisasi PBB itu memperkirakan situasi ketahanan pangan secara keseluruhan di Afghanistan mengalami sedikit perbaikan pada periode Juni hingga November, dengan jumlah orang yang menghadapi masalah pangan menurun menjadi 18,9 juta bertepatan dengan dimulainya musim panen gandum yang akan datang.

“Namun, bagi banyak orang, panen hanya akan menawarkan bantuan jangka pendek dan sangat sedikit peluang untuk pemulihan. Perang di Ukraina terus menekan pasokan gandum Afghanistan, komoditas pangan, input pertanian, dan harga bahan bakar. Akses ke benih, pupuk dan air untuk irigasi terbatas, kesempatan kerja langka dan hutang besar telah dikeluarkan untuk membeli makanan selama beberapa bulan terakhir," lanjutnya.

Afghanistan saat ini tengah menghadapi situasi bencana kemanusiaan yang mengerikan setelah pemerintahannya diambil alih oleh kelompok Taliban pada pertengahan Agustus 2021. Sejumlah negara dan organisasi internasional saat ini juga sudah menyatakan kesiapannya untuk terus memberikan bantuan kemanusiaan kepada negara Asia Barat tersebut di tengah gejolak politik dan sosial.



sumber: www.jitunews.com